Minggu telah tiba hore hore hore......simpanlah tas
dan kuesioner-mu #nyanyi ala tasya.....heheheh :D Waktunya memanjakan mata dan
pikiran setelah 1 minggu berkeliling untuk sebuah angka-angka yang disebut
data. berteman dengan boat, ambulans, hutan dan tentu ombak. Kami akan
berwisata ringan hari ini. Alor adalah Surganya para pecinta pantai, so
....hari ini kita akan ke pantai. Tapi rasanya kurang jika tidak ada tenun,
karena saya bisa disebut tenun holic. Dimana ada tenun disitulah iman
saya diuji untuk tidak membuat kantong ini kering kerontang hhehehheh :D.
Well...pagi-pagi kami semua sudah rapi dan wangi untuk bertamasya berkeliling
Alor.
#Destinasi Pertama: Pasar Tradisional Alor
Pasar Tradisional Alor adalah destinasi pertama yang
kita tuju dari hotel tempat kami menginap. Kami meluncur dengan mobil Taft yang
diisi 8 orang berjejal jejal dan yang lain terpaksa menyewa motor karena trauma
dengan peristiwa pemaksaan 10 orang di mobil Taft demi sesuap nasi makan malam
hehehe :P. Tidak memerlukan waktu lama untuk samai di pasar ini, hanya kurang
lebih 10 menit. Namanya juga kepulauan, pasar ini terletak di tepi laut. Laut
dekat pasar aja cantiikkkkkk, tapi sayang mulai tercemar dengan limbah pasar.
Segerombolan ikan berenang membentuk bola besar, indah sekali. Pasar ini
menguji iman saya, karena tenun bertebaran dimana mana. Fyuhhh....pertahanan
iman akhirnya runtuh,, ya khilaf atau lebih tepatnya kalap. Saya membeli
beberapa kain tenun sembari otak saya komat kamit menghitung satu per satu nama
penerima tenun seperti orang insomnia menghitung domba :D. Tenun khas sebagian
besar bermotif binatang, seperti gajah, kura-kura dan ikan. Saat kami datang
pasar ini tidak terlalu ramai. Mama-mama berjualan bermacam-macam barang
disini, seperti sirih-pinang, ikan, kenari dan moko. Tidak lama kami disini,
kemudian melanjutkan perjalanan.
Tenun Motif Gajah, Motif Khas Tenun Alor
#Destinasi Kedua: Pantai Batu Putih...
Pantai Batu Putih
Setelah menikmati teriknya matahari alor..sampailah
pada surga yang pertama yang kita sebut Pantai Batu Putih. Pantai dengan kontur
melengkung, diapit batu putih tinggi dan gradasi air laut yang waaaww cantik.
pasir di pantai ini tertutup coral yang sudah mati berwarna putih. Panas
sekali,,pantai ini. Ada 3 anak lelaki pantai yang sedang asik bermain di
pinggir pantai, padahal panas sekali. Sesekali mereka kami ajak befoto bersama.
Bermain bagi anak-anak disini sangat sederhana, mandi di pantai, bergelantungan
di batang pohon tumbang itu adalah bermain.
Tidak ada takut dari mereka padahal laut ini adalah
laut lepas. Tak peduli kulit hitam dan bersisik karena air laut, yang penting
bisa bermain. Mereka tidak keberatan untuk menjadi subjek pemotretan kami.
Mereka juga bercerita kisah sedih, ayah mereka tenggelam di laut ini tapi
mereka tak pernah mendendam pada laut. mereka juga bersedia menyelam untuk
sebuah karang besar. Ahhh kami sungguh exicited eeemmhh tapi
mungkin lebih tepat ndeso karena lihat karang saja berebut untuk
berfoto.Tapi cukup memahami karang butuh waktu lama untuk menjadi besar seperti
itu, sehingga karang itu kembali lgi ke laut.
#Destinasi Ketiga: Pantai Sebanjar
Matahari tidak begitu terik saat kami sampai di
surga selanjutnya, Pantai Sebanjar. Sore menjelang, pantai ini tidak terlalu
ramai. Hanya kami yang bercengkrama dengan pantai ini sore itu. Merasakan
inilah sebuah tim. Berendam, berenang, snorkling, bermain bersama pasir, dan
aaaahhh kami mendapat anak kuda laut melintas diantara kami. Sebuah bintang
laut biru juga menemani kami sore itu. Tenang...dan menyatu dengan Anugrah yang
Tuhan beri sembari bersyukur atas nikmat ini.
Matahari bergerak begitu cepat. Sore bersiap
berganti. Senja...menutup perjalan indah kami, menyusuri indahnya surga
bumi kenari hari ini.
|
Pantai Batu Putih
|








Tidak ada komentar:
Posting Komentar