
Sumber: www.take-adventure.com
Mungkin tidak semua orang tahu terletak di Indonesia belahan mana sebuah pulau yang bernama Alor. mungkin tidak semua orang melihat tulisan ALOR di buku peta Indonesia. Kepualauan ini terlihat seperti beberapa titik yang berkumpul mengambang di atas area biru yang disebut laut. Ya Alor sebuah kepualauan yang terletak sejajar dengan daratan flores, tepatnya Kabupaten Lembata. Alor masih merupakan salah satu kabupaten Provinsi NTT. Empat tahun yang lalu, tepatnya di tahun 2010 untuk pertama kalinya saya datang ke pulau ini. Belum pernah saya bermimpi bisa datang ke pulau ini.
#Melihat Alor lebih Dekat
Secara astronomis, Kabupaten Alor termasuk dalam wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Secara geografis terletak , antara sebelah Timur 125-° sampai dengan 48° Bujur Timur. Sebelah barat 123 °sampai dengan 43°bujur timur. Sebelah utara 8° sampai dengan 6° Lintang Selatan. Dan sebelah selatan 8° sampai dengan 36° lintang selatan. Batas administratif Kabupaten Alor adalah sebagai berikut:
a. Sebelah Timur : Selat Wetar dan Perairan Republik Demoktasi Timor Leste
b. Sebelah Barat : Selat Alor dan dan perairan Kabupaten Lembata.
c. Sebelah Utara : Laut Flores
d. Sebelah Selatan : Selat Ombay
a. Sebelah Timur : Selat Wetar dan Perairan Republik Demoktasi Timor Leste
b. Sebelah Barat : Selat Alor dan dan perairan Kabupaten Lembata.
c. Sebelah Utara : Laut Flores
d. Sebelah Selatan : Selat Ombay
Secara Geopolitik Kabupaten Alor termasuk 183 kabupaten kota di indonesia yang tergolong kabupaten tertinggal. Kabuaten Alor juga termasuk 112 kabupaten/kota di Indonesia yang dikategorikan sebagai Kabupaten perbatasan, termasuk dalam salah satu dari 26 Pusat Kegiatan Strategi Nasional , Salah satu dari 92 gugusan pulau-pulau kecil terluar dan sebagai kabupaten kepulauan dengan jumlah pulau sebanyak 15 buah, 9 buah diantaranya berpenduduk,yaitu pulau Alor, Pantar, Pura, Tereweng, Ternate, Buaya, Kangge, Pura dan Pulau Kepa. Sedangkan 6 pulau lainnya belum/tidak berpenduduk yaitu pulau Kambing, Rusa, Batang, Lapang, Sika dan Pulau Kapas.
Kondisi iklim Kabupaten Alor merupakan masalah yng cukup klasik dalam setahun musim penghujan relative lebih pendek dari pada musim kemarau.Pada tahun 2012 temperatur udara terendah (17.70°C) yang terjadi pada bulan Juni, dan tertinggi (33.70°C) pada bulan Desember, sedangkan curah hujan terendah pada bulan Juli adalah (4.7 mm) dan tertinggi pada bulan Januari (328,8) lebih rendah dari tahun sebelumnya. Luas wilayah darat Kabupaten Alor seluas 2.864.64 Km2 sebagian besar luas wilayah daratan merupakan penghungan tinggi yang dikelilingi oleh lembah-lembah dan jurang-jurang dengan kemiringan di atas 40° seluas 184. 053.13 Ha (64,25 %) kemiringan 15°-40° seluas 67,634.15 Ha (23,61%) ,3° - 15° seluas 24.893,72 Ha (8,69%) dan kemiringan 0° - 3° seluas 10.026 Ha (3.45%).
Jumlah penduduk di Kabupaten Alor pada tahun 2012 berjumlah 193.785 jiwa. Dengan jumlah jiwa laki laki sebesar 94.859 jiwa dan 98;926 jiwa perempuan serta jumlah kepala Keluarga sebanyak 42.008 KK berarti tiap kepala Keluarga di kabupaten Alor beranggotakan 5 jiwa sedangkan kepadatan penduduk adalah 68 penduduk per km2. Tingkat pertumbuhan penduduk di kabupaten Alor adalah rata-rata 1,20 per tahunnya yang memiliki tingkat pertumbuhan penduduk paling tinggi adalah Kecamatan Teluk Mutiara. Yaitu sebesar 3.51 pertahunnya disusul kecamatan pantai barat dan Kecamatan Pureman masing-masing sebesar 3.01 dan 2,58 pertahunya. Sedangkan kecamatan yang memiliki tingkat tingkat pertumbuhan penduduk paling rendah adalah kecamatan Pulau Pura yaitu sebesar -1. 30 per tahunnya. Gambar di bawah ini adalah proyeksi pertumbuhan penduduk Alor 5 tahun ke depan.
Untuk merencanakan arah perkembangan wilayah Kabupaten Alor selama 20 tahun ke depan maka kajian kependudukan ini sangat penting. Hal ini berkaitan erat dengan tingkat perubahan sosial yang terjadi di Kabupaten Alor terutama dalam tingkat kebutuhan akan pelayanan fasilitas Sosial, Ekonomi dan Budaya. Jumlah total pendapatan dalam APBD Kabupaten Alor dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada tahun 2013 ini diperkirakan sejumlah 600 Miliar lebih. Dalam situs wikipedia (www.wikipedia.com) pertumbuhan ekonomi Kabupaten Alor tahun 2006 sebesar 5,9% dengan PAD kabupaten sebesar Rp. 13 miliar dan pendapatan per kapita Rp. 1.200.000. Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Alor bagus.
#Back to Story......
Perjalanan ke Kepulauan Alor dimulai pagi hari dari Kota Surabaya. Kami pergi dengan 9 teman yang lain, enumerator bantuan operasional kesehatan (BOK) dan 2 supervisor kami dari jakarta. Ya kami sedang mengemban tugas yang bila ditarik itu semua untuk kesehatan masyarakat, khususnya Alor. Selama 3 jam kami terbang tiba di bandara El-Tari Kupang hemhh terik sekali. Namun, perjalanan belum selesai kami harus menyambung perjalanan kami dengan foker Trans Nusa. Tidak ada waktu banyak untuk berfoto ria di bandara El-Tari, foker kami sudah menunggu. Para petugas berteriak bahwa kami harus segera naik, cuaca di Alor cepet berubah katanya dan itu tidak baik untuk foker kami. Khawatir? Tentu sangat khawatir. Pramugari tersenyum saat kaki kami mulai melangkah melewati pintu foker, kami mengabaikannya. Kami hanya konsentrasi pada tiket dan no kursi. Saat kami menemukan no. Kursi kami what...sudah terisi?? Baru tahu saya bahwa foker mengabaikan no kursi yang tertera di tiket. Yaa bayangkan saja naik bus kota seperti itulah naik foker hehhee,,,kalian bisa duduk dimana saja sesuka hati asal bukan di atas atap pesawat pastinya heheh,,, itu dilarang :)
Oke saya mengambil tempat duduk dekat dengan jendela dengan harapan saya bisa melihat pemandangan. Tapi ini adalah kesalahan besar karena melihat pemandangan saat berkendara dengan foker = mabokkk. Kami terbang dari Kupang, melintasi dari Laut Sawu selama 45 menit dan selama itu keringat dingin mulai bercucuran. Tanda tanda mabuk udara. Bandara Alor adalah Mali. Saat foker ini landing bagi saya itu mengerikan batas bandara dan laut sangat tipis, akan masuk ke bandara atau laut?? Hehehe... tidak perlu waktu lama untuk mendarat. Pendaratan kami mulus. Kami menunggu bagasi dan saya duduk sebentar di kursi besi yang terbatas di dalam bandara. Matahari sangat terik di luar. Baru sadar bandara ini dikelilingi bukit berwarna kekuningan. Rumput sedang kering rupanya. Ini kemarau dan Ramadhan.
Alor I’m Coming.... its heaven...andai bisa teriak mungkin itu yang akan saya teriakkan. Alor surganya pantai. Yap pantai disini cantik semuanya, sepanjang perjalanan terkagum kagum dengan pemandangan di kanan-kiri. Tapi jangan bayangkan kami sedang naik taksi dan ber-AC, berjalan dengan santai. No,,,,kami sedang naik ANGKOT. Well,,, angkot di Alor super fantastis,,,super ngebut dan full music. Kami ber 12 di kocok-kocok dalam angkot. Tidak perlu ke tempat hangout ala diskotek dehhh mahal naik angkot saja musik sudah jedang jedung dan bisa ajeb ajeb gara gara saking ngebutnya. Semuanya lagu barat diputar via DVD di Surabaya belum pernah naik angkot ekslusif seperti ini. Saya tidak menghitung berapa lama perjalanan kami hingga sampai di Hotel, fyuhh perjalanan panjang kami hari ini berakhir dulu ya. Yahhhh ini Hotel kami di Kalabahi. Selamat beristirahat dan puasa kami terus berlanjut meskipun pusing akibat foker tidak kunjung hilang.
Sumber:
www.wikipedia.com
Buku Putih Sanitasi Kabupaten Alor
www.wikipedia.com
Buku Putih Sanitasi Kabupaten Alor


Tidak ada komentar:
Posting Komentar