Selasa, 24 Februari 2015

Gunung Kidul, Surganya Pantai,,,,,

27 Mei 2014

Apa yang kalian pikirkan tentang Gunung Kidul?
Daerah dengan pegunungan kapur?
Daerah yang sulit air?
      Well, Gunung Kidul memang sering diekspos di media karena kondisi masyarakatnya yang kurang mampu. Sering juga diekspos karena masyarakat disana harus berjalan berkilo-kilo meter untuk dapat air bersih. Tapi taukah kalian Gunung Kidul memiliki pesona lain dibalik kekurangannya. Yap...Gunung Kidul terletak di selatan Laut Jawa. Gunung Kidul merupakan primadona baru Provinsi DI Yogyakarta. Sebelumnya Gunung Kidul hanya dikenal dengan Tanah Pulung Gantung. Karena tingginya kasus gantung diri di tempat ini. Sebenarnya pesona Gunung Kidul tidak hanya pantainya yang cantik, tetapi ada objek wisata alam lainnya yang tidak kalah cantik, yaitu Gua (gua jomblang, Pindul) dan Gunung Api Purba Nglanggeran.  Tapi tujuan untuk melepas penat di hari libur ini adalah pantai. 

         Tepat di hari Libur Maulid Nabi Muhammad saw. Saya dan teman-teman meluncur ke Gunung Kidul. Jam 6 Pagi kami berangkat dengan menggunakan sepeda motor. Kami memilih menggunakan sepeda motor karena lebih fleksibel. Angkutan umum hanya beroperasi sampai pukul 15.00 WIB saja. Jika pakai mobil cukup sulit untuk berpindah-pindah dari pantai satu ke pantai lainnya. Setiap masuk Pantai kami membayar tiket dan uang parkir. jadi cukup mahal bagi kami jika harus menggunakan mobil (maklum mahasiswa heheheh...) Pantai di Gunung Kidul berjejer dan sayang kalau tidak disinggahi.  Akses jalan ke pantai-pantai di Gunung Kidul sudah baik. Jalan beraspal. Hanya saja perlu berhati dengan tanjakan, turunan dan belokan yang cukup tajam. Perlu sekitar 2,5 jam untuk sampai ke Gunung Kidul. Sedangkan untuk Total waktu perjalanan PP sekitar 5 jam (dari Kota Yogyakarta). Inilah Pantai yang berhasil dikunjungi

 Pantai Baron
        Pantai Baron terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari. Pantai Baron merupakan tujuan pertama sebelum berkunjung ke pantai lainnya. Pantainnya berbentuk cekungan dengan pasir yang berwarna coklat bercampur hitam. Pinggir pantai dipenuhi oleh pantai nelayan yang sedang "parkir" setelah melaut. Pantai ini cocok untuk menikmati sajian ikan laut. Haisl olahan ikan laut juga banyak dijual disini. 

Sisi lain Pantai Baron
Menikmati Pantai Baron di perahu nelayan di pinggir pantai
Landscape Pantai Baron
Pantai Sepanjang
         Pantai Sepanjang juga terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari. Sekitar 25 menit perjalanan menuju Pantai ini dari Pantai Bron. Perjalanan ke pantai ini melewati padang ilalang, bukit-bukit kapur dan jalan yang berkelok dengan tanjakan dan turunan yang cukup tajam. Pantai memanjang dari Barat ke Timur kurang lebih 500-an meter. Ombak di Pantai ini cukup besar. Pasir pantai berwarna putih kekuningan dan lembut. Karang-karang besar berderet di samping pantai. Batu karang sebagai tempat untuk memancing. Sepanjang pinggir pantai terdapat pondokan untuk bersantai maupun bersantap ria. Pantai Sepanjang tidak terlalu ramai jadi sangat nyaman bagi kalian yang menginginkan ketenangan. 

Foto Bersama di atas Batu Karang Pantai Sepanjang.
  Landscape Pantai Sepanjang

Pantai Krakal
       Pantai selanjutnya adalah Pantai Krakal. Pantai Krakal berlokasi di Desa Ngestiharjo, Kecamatan Tanjung Sari. Pantai ini berjarak 6 KM dari Pantai Kukup. Keunikan pantai ini adalah bibir pantainya yang memiliki pasir putih dan hamparan karang. Ombak di pinggir pantai tidak terlalu besar sehingga banyak anak-anak yang bermain air sambil menangkap ikan. Keunikan lainnya adalah pantai ini memiliki gunung karang yang tinggi berwarna hitam. Jika ingin naik ke atas harus membayar 2 ribu rupiah kepada penjaga. Tapi jika tidak ingin membayar naiklah dari jalan setapak di pinggir pantai kecil di sebelah barat Pantai Krakal. Pantai kecil ini tidak kalah cantik. Berpasir putih dengan bibir pantai melengkung. Pantai kecil ini juga memiliki hamparan karang mulai dari yang dari ukuran kecil sampai ukuran besar. Ombak di pantai kecil ini cukup besar. hati-hati buat kalian yang phobia ombak. Angin di atas gunungan karang cukup kencang. Selain itu gunungan ini banyak ditumbuhi tanaman berduri, Jadi hati-hati. Dari atas gunungan karang dapat menikmati hamparan laut luas dengan ombak yang bergulung-gulung. 

Landscape Pantai Kecil di Pantai Krakal
 Pantai kecil di Pantai Krakal cantik...

View Pantai Krakal dari atas Gunungan Karang
View di atas gunungan karang
Lewat Gerbang ini bayar 2 ribu

Pantai Sundak
        Setelah puas bermain-main di Pantai Krakal. tujuan selanjutnya adalah Pantai Sundak. Pantai Sundak terletak di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul. Sebelum sampai ke bibir pantai banyak sekali yang menjual makanan laut seperti udang goreng dan kepiting goreng. Tetapi harganya lebih mahal dibandingkan di Pantai krakal. Dari tempat parkir, untuk menuju bibir pantai tidaklah jauh yakni hanya berjarak 30-50 meter. Pantai Sundak berpasir putih dan lembut. Airnya juga bening seperti pantai lainnya. Pantainya juga berkarang. Karang terhampar dekat sekali dengan bibir pantai. Pantai Sundak juga memiliki karang yang besar di pinggir pantainya. Karang yang menyerupai gua. Karang ini membatasi Pantai Sundak dengan pantai yang lain. Ombak di pantai ini juga cukup besar. Bagi yang takut ombak maupun tidak bisa berenang berhati hatilah. Daerah dekat karang merupakan spot yang indah untuk berfoto. selain itu banyak sekali pengunjung yang berenang di cekungan dekat karang. 
Karang di Pantai Sundak

Hamparan Karang di Pantai Sundak
Pantai Indrayanti
        Menjelang sore, kami sampai di Pantai Indrayanti. Pantai yang sangat populer di masyarakat. Seolah olah Pantai Indrayanti adalah icon wisata pantai Gunung Kidul. Pantai ini terletak di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul Karena kami berkunjung pada hari libur, maka pantai ini sesak dengan pengunjung. Air pantai ini tidak terlalu bening seperti pantai lainnya. Mungkin banyaknya pengunjung mempengaruhi kekeruhan air. Banyak pengunjung yang berenang, bermain pasir, duduk bersantai di pinggir pantai maupun hanya berfoto ria. Kontur pantainya seperti Pantai Sepanjang dengan pasir lembut bewarna putih kekuningan. Seperti pantai lainnya, Pantai Indrayanti memiliki karang-karang yang besar. Jika anda lelah, Anda bisa menyewa tikar dengan payung berwarna warni. Ombak di pantai ini juga besar. 

Pantai Indrayanti penuh dengan pengunjung
Pengunjung bermain pasir

Karang besar di atas pasir Pantai Indrayanti

Bongkahan karang besar lainnya di Pantai Indrayanti
Karang besar membentuk menyerupai  Goa di pinggir pantai
Itulah pantai-pantai yang bisa kami kunjungi. Namun, sebenarnya masih ada banyak pantai yang tidak sempat kami kunjungi saat itu. Sekitar pukul 17.00 WIB kami bergegas pulang. Karena liburan jalanan macet. Malam tiba, kami masih melintasi hutan. Perjalanan dari Gunung Kidul di malam hari jangan lewatkan Bukit Bintang. Sebenarnya tidak benar-benar melihat bintang. Jalanan ini posisinya lebih tinggi sehingga lampu mobil dan lampu rumah di bawahnya terlihat berkelap kelip seperti bintang. Banyak yang berhenti disini untuk beristirahat sejenak, berfoto maupun menikmati jagung bakar. Tidak terlalu lama kami disini perjalanan masih panjang. Kami sampai ke di daerah Janti sekitar 20.00 WIB. Kami sempatkan untuk makan sejenak. Tepat pukul 21.00 kami tiba di rumah/kos masing-masing dan melepas penat. 

Bukit Bintang Gunung Kidul

Senin, 23 Februari 2015

Erupsi Gunung Kelud, Jogja Lumpuh.



Pagi, 14 februari 2014.

Tersentak dari tidur. Buru-buru melihat jam, ternyata masih jam 5 pagi. Suasana di luar langit pun masih gelap. Rasanya ingin kembali tidur, ahhh tapi ada keramaian di luar. Ada apa sih?? Penasaran, saya bergegas turun, karena kamar saya memang ada di lantai 2. Ahhh ternyata hujan abu pemirsa. Hujan abu darimana???? Merapi meletuskah?? Buru-buru membuka sosial media dan nonton berita. Hemm,,,, ternyata bukan merapi yang marah, tetapi Kelud yang "jebluk" tadi malam. 

 
 Jalanan yang penu debu

       Jam menunjukkan jam 7 pagi,, tapi langit masih gelap. Begini rasanya dalam bencana. Meskipun bencana kecil kiriman tetangga. Semua acara hari ini batal. Bahkan, kuliah diliburkan selama 3 hari. Selama kuliah di Surabaya paling ekstrem kena banjir. Kuliah di jogja memberi pengalaman menghadapi bencana yang bervariasi. Sebelum hujan abu ini, jogja sering kali gempa. Sudah lebih dari 3 kali merasakan gempa, membuat tubuh sempoyongan meskipun hanya hitungan detik. Tapi Alhamdulillah hanya gempa kecil.
           Baru sekitar pukul 08.00, langit mulai cerah tetapi tidak ada matahari. Terang dalam mendung, seperti itulah gambaran kala itu. Seperti musim salju semua bangunan bewarna putih. Tapi itu debu bukan salju,, hehehe :D Semuanya berdebu. Serasa terisolasi, semua transportasi umum tidak beroperasi hari ini dan semua warung tidak ada yang buka. Hujan debu masih berlangsung dan jarak pandang sangat terbatas, hanya sekitar 5 meter. Satu hal yang paling dicari adalah masker. 

Pemakaman dekat kos, penuh debu.

           Perut lapar, maka memberanikan diri untuk keluar. Menggunakan jaket, masker dan kaca mata. ternyata benar hujan debu masih turun deras. Harus berhati-hati menyebrang jalan dan berkendara karena jarak pandang hanya beberapa meter. Debu beterbangan menghalangi pandangan. Seluruh kegiatan lumpuh. Karena tidak ada warung yang buka, restoran cepat saji jadi tujuan utama. Pemandangan kanan dan kiri seluruhnya putih tapi bukan karena salju, karena debu. 
 Pakaian lengkap tapi cuma sekali pakai. Debunya nempel

Pemandangan dekat sekolah pasca UGM

Bergumul dengan debu yang berterbangan sampai di warung cepat saji terdekan dannnnnnn ternyata antri sekaliii pemirsa. Mau makan harus antri 1 jam. Oke baiklah harus antri karena tidak ada warung yang buka lagi.Hujan abu juga membuat baju kami 1 kali pakai. Karena sekali dipakai keluar kembali akan berdebu. Debu tidak hanya ada di jalanan, tetapi debu sudah mulai masuk ke kamar saya. karena posisi kamar saya di depan, sehingga dengan mudah debu halus itu masuk. Debu juga bertebaran di balkon kos. Jogja berdebu hingga lebih dari  1 minggu. Kesulitan mendapat makanan berakhir di hari ke tiga. 
 Debu di jalanan.

 Antrian di perempatan Jakal