Minggu, 23 November 2014

Merekam Jejak Part 4: Waaaaw....Surga Dunia....

Minggu telah tiba hore hore hore......simpanlah tas dan kuesioner-mu #nyanyi ala tasya.....heheheh :D Waktunya memanjakan mata dan pikiran setelah 1 minggu berkeliling untuk sebuah angka-angka yang disebut data. berteman dengan boat, ambulans, hutan dan tentu ombak. Kami akan berwisata ringan hari ini. Alor adalah Surganya para pecinta pantai, so ....hari ini kita akan ke pantai. Tapi rasanya kurang jika tidak ada tenun, karena saya  bisa disebut tenun holic. Dimana ada tenun disitulah iman saya diuji untuk tidak membuat kantong ini kering kerontang hhehehheh :D. Well...pagi-pagi kami semua sudah rapi dan wangi untuk bertamasya berkeliling Alor. 

#Destinasi Pertama: Pasar Tradisional Alor
Pasar Tradisional Alor adalah destinasi pertama yang kita tuju dari hotel tempat kami menginap. Kami meluncur dengan mobil Taft yang diisi 8 orang berjejal jejal dan yang lain terpaksa menyewa motor karena trauma dengan peristiwa pemaksaan 10 orang di mobil Taft demi sesuap nasi makan malam hehehe :P. Tidak memerlukan waktu lama untuk samai di pasar ini, hanya kurang lebih 10 menit. Namanya juga kepulauan, pasar ini terletak di tepi laut. Laut dekat pasar aja cantiikkkkkk, tapi sayang mulai tercemar dengan limbah pasar. Segerombolan ikan berenang membentuk bola besar, indah sekali. Pasar ini menguji iman saya, karena tenun bertebaran dimana mana. Fyuhhh....pertahanan iman akhirnya runtuh,, ya khilaf atau lebih tepatnya kalap. Saya membeli beberapa kain tenun sembari otak saya komat kamit menghitung satu per satu nama penerima tenun seperti orang insomnia menghitung domba :D. Tenun khas sebagian besar bermotif binatang, seperti gajah, kura-kura dan ikan. Saat kami datang pasar ini tidak terlalu ramai. Mama-mama berjualan bermacam-macam barang disini, seperti sirih-pinang, ikan, kenari dan moko. Tidak lama kami disini, kemudian melanjutkan perjalanan.

 Tenun Motif Gajah, Motif Khas Tenun Alor


#Destinasi Kedua: Pantai Batu Putih...


Pantai Batu Putih

Setelah menikmati teriknya matahari alor..sampailah pada surga yang pertama yang kita sebut Pantai Batu Putih. Pantai dengan kontur melengkung, diapit batu putih tinggi dan gradasi air laut yang waaaww cantik. pasir di pantai ini tertutup coral yang sudah mati berwarna putih. Panas sekali,,pantai ini. Ada 3 anak lelaki pantai yang sedang asik bermain di pinggir pantai, padahal panas sekali. Sesekali mereka kami ajak befoto bersama. Bermain bagi anak-anak disini sangat sederhana, mandi di pantai, bergelantungan di batang pohon tumbang itu adalah bermain. 

Bermain Ala Anak Pantai

Tidak ada takut dari mereka padahal laut ini adalah laut lepas. Tak peduli kulit hitam dan bersisik karena air laut, yang penting bisa bermain. Mereka tidak keberatan untuk menjadi subjek pemotretan kami. Mereka juga bercerita kisah sedih, ayah mereka tenggelam di laut ini tapi mereka tak pernah mendendam pada laut. mereka juga bersedia menyelam untuk sebuah karang besar. Ahhh kami sungguh exicited  eeemmhh tapi mungkin lebih tepat ndeso karena lihat karang saja berebut untuk berfoto.Tapi cukup memahami karang butuh waktu lama untuk menjadi besar seperti itu, sehingga karang itu kembali lgi ke laut. 

Say Cheers......


Para Ladies, Pasang Pose Terbaik hehehehhe :D

#Destinasi Ketiga: Pantai Sebanjar

Pantai Sebanjar

 Matahari tidak begitu terik saat kami sampai di surga selanjutnya, Pantai Sebanjar. Sore menjelang, pantai ini tidak terlalu ramai. Hanya kami yang bercengkrama dengan pantai ini sore itu. Merasakan inilah sebuah tim. Berendam, berenang, snorkling, bermain bersama pasir, dan aaaahhh kami mendapat anak kuda laut melintas diantara kami. Sebuah bintang laut biru juga menemani kami sore itu. Tenang...dan menyatu dengan Anugrah yang Tuhan beri sembari bersyukur atas nikmat ini.

Menikmati Bahagia yang Sederhana

 Matahari bergerak begitu cepat. Sore bersiap berganti.  Senja...menutup perjalan indah kami, menyusuri indahnya surga bumi kenari hari ini. 

Senja di Sebanjar