Senin, 28 April 2014

Merekam Jejak di ALOR: Perjalanan

sumber:www.take-adventure.com
Sumber: www.take-adventure.com

Mungkin tidak semua orang tahu terletak di Indonesia belahan mana sebuah pulau yang bernama Alor. mungkin tidak semua orang melihat tulisan ALOR di buku peta Indonesia. Kepualauan ini terlihat seperti beberapa titik yang berkumpul mengambang di atas area biru yang disebut laut. Ya Alor sebuah kepualauan yang terletak sejajar dengan daratan flores, tepatnya Kabupaten Lembata. Alor masih merupakan salah satu kabupaten Provinsi NTT. Empat tahun yang lalu, tepatnya di tahun 2010 untuk pertama kalinya saya datang ke pulau ini. Belum pernah saya bermimpi bisa datang ke pulau ini.

#Melihat Alor lebih Dekat

Secara astronomis, Kabupaten Alor termasuk dalam wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Secara geografis terletak , antara sebelah Timur 125-° sampai dengan 48° Bujur Timur. Sebelah barat 123 °sampai dengan 43°bujur timur. Sebelah utara 8° sampai dengan 6° Lintang Selatan. Dan sebelah selatan 8° sampai dengan 36° lintang selatan. Batas administratif Kabupaten Alor adalah sebagai berikut:
a. Sebelah Timur : Selat Wetar dan Perairan Republik Demoktasi Timor Leste
b. Sebelah Barat : Selat Alor dan dan perairan Kabupaten Lembata.
c. Sebelah Utara : Laut Flores
d. Sebelah Selatan : Selat Ombay

Secara Geopolitik Kabupaten Alor termasuk 183 kabupaten kota di indonesia yang tergolong kabupaten tertinggal. Kabuaten Alor juga termasuk 112 kabupaten/kota di Indonesia yang dikategorikan sebagai Kabupaten perbatasan, termasuk dalam salah satu dari 26 Pusat Kegiatan Strategi Nasional , Salah satu dari 92 gugusan pulau-pulau kecil terluar dan sebagai kabupaten kepulauan dengan jumlah pulau sebanyak 15 buah, 9 buah diantaranya berpenduduk,yaitu pulau Alor, Pantar, Pura, Tereweng, Ternate, Buaya, Kangge, Pura dan Pulau Kepa. Sedangkan 6 pulau lainnya belum/tidak berpenduduk yaitu pulau Kambing, Rusa, Batang, Lapang, Sika dan Pulau Kapas.

Kondisi iklim Kabupaten Alor merupakan masalah yng cukup klasik dalam setahun musim penghujan relative lebih pendek dari pada musim kemarau.Pada tahun 2012 temperatur udara terendah (17.70°C) yang terjadi pada bulan Juni, dan tertinggi (33.70°C) pada bulan Desember, sedangkan curah hujan terendah pada bulan Juli adalah (4.7 mm) dan tertinggi pada bulan Januari (328,8) lebih rendah dari tahun sebelumnya. Luas wilayah darat Kabupaten Alor seluas 2.864.64 Km2 sebagian besar luas wilayah daratan merupakan penghungan tinggi yang dikelilingi oleh lembah-lembah dan jurang-jurang dengan kemiringan di atas 40° seluas 184. 053.13 Ha (64,25 %) kemiringan 15°-40° seluas 67,634.15 Ha (23,61%) ,3° - 15° seluas 24.893,72 Ha (8,69%) dan kemiringan 0° - 3° seluas 10.026 Ha (3.45%).

Jumlah penduduk di Kabupaten Alor pada tahun 2012 berjumlah 193.785 jiwa. Dengan jumlah jiwa laki laki sebesar 94.859 jiwa dan 98;926 jiwa perempuan serta jumlah kepala Keluarga sebanyak 42.008 KK berarti tiap kepala Keluarga di kabupaten Alor beranggotakan 5 jiwa sedangkan kepadatan penduduk adalah 68 penduduk per km2. Tingkat pertumbuhan penduduk di kabupaten Alor adalah rata-rata 1,20 per tahunnya yang memiliki tingkat pertumbuhan penduduk paling tinggi adalah Kecamatan Teluk Mutiara. Yaitu sebesar 3.51 pertahunnya disusul kecamatan pantai barat dan Kecamatan Pureman masing-masing sebesar 3.01 dan 2,58 pertahunya. Sedangkan kecamatan yang memiliki tingkat tingkat pertumbuhan penduduk paling rendah adalah kecamatan Pulau Pura yaitu sebesar -1. 30 per tahunnya. Gambar di bawah ini adalah proyeksi pertumbuhan penduduk Alor 5 tahun ke depan.

Sumber BPS Kabupaten Alor 2012

Untuk merencanakan arah perkembangan wilayah Kabupaten Alor selama 20 tahun ke depan maka kajian kependudukan ini sangat penting. Hal ini berkaitan erat dengan tingkat perubahan sosial yang terjadi di Kabupaten Alor terutama dalam tingkat kebutuhan akan pelayanan fasilitas Sosial, Ekonomi dan Budaya. Jumlah total pendapatan dalam APBD Kabupaten Alor dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada tahun 2013 ini diperkirakan sejumlah 600 Miliar lebih. Dalam situs wikipedia (www.wikipedia.com) pertumbuhan ekonomi Kabupaten Alor tahun 2006 sebesar 5,9% dengan PAD kabupaten sebesar Rp. 13 miliar dan pendapatan per kapita Rp. 1.200.000. Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Alor bagus.

#Back to Story......

Perjalanan ke Kepulauan Alor dimulai pagi hari dari Kota Surabaya. Kami pergi dengan 9 teman yang lain, enumerator bantuan operasional kesehatan (BOK) dan 2 supervisor kami dari jakarta. Ya kami sedang mengemban tugas yang bila ditarik itu semua untuk kesehatan masyarakat, khususnya Alor. Selama 3 jam kami terbang tiba di bandara El-Tari Kupang hemhh terik sekali. Namun, perjalanan belum selesai kami harus menyambung perjalanan kami dengan foker Trans Nusa. Tidak ada waktu banyak untuk berfoto ria di bandara El-Tari, foker kami sudah menunggu. Para petugas berteriak bahwa kami harus segera naik, cuaca di Alor cepet berubah katanya dan itu tidak baik untuk foker kami. Khawatir? Tentu sangat khawatir. Pramugari tersenyum saat kaki kami mulai melangkah melewati pintu foker, kami mengabaikannya. Kami hanya konsentrasi pada tiket dan no kursi. Saat kami menemukan no. Kursi kami what...sudah terisi?? Baru tahu saya bahwa foker mengabaikan no kursi yang tertera di tiket. Yaa bayangkan saja naik bus kota seperti itulah naik foker hehhee,,,kalian bisa duduk dimana saja sesuka hati asal bukan di atas atap pesawat pastinya heheh,,, itu dilarang :)

Oke saya mengambil tempat duduk dekat dengan jendela dengan harapan saya bisa melihat pemandangan. Tapi ini adalah kesalahan besar karena melihat pemandangan saat berkendara dengan foker = mabokkk. Kami terbang dari Kupang, melintasi dari Laut Sawu selama 45 menit dan selama itu keringat dingin mulai bercucuran. Tanda tanda mabuk udara. Bandara Alor adalah Mali. Saat foker ini landing bagi saya itu mengerikan batas bandara dan laut sangat tipis, akan masuk ke bandara atau laut?? Hehehe... tidak perlu waktu lama untuk mendarat. Pendaratan kami mulus. Kami menunggu bagasi dan saya duduk sebentar di kursi besi yang terbatas di dalam bandara. Matahari sangat terik di luar. Baru sadar bandara ini dikelilingi bukit berwarna kekuningan. Rumput sedang kering rupanya. Ini kemarau dan Ramadhan.

Alor I’m Coming.... its heaven...andai bisa teriak mungkin itu yang akan saya teriakkan. Alor surganya pantai. Yap pantai disini cantik semuanya, sepanjang perjalanan terkagum kagum dengan pemandangan di kanan-kiri. Tapi jangan bayangkan kami sedang naik taksi dan ber-AC, berjalan dengan santai. No,,,,kami sedang naik ANGKOT. Well,,, angkot di Alor super fantastis,,,super ngebut dan full music. Kami ber 12 di kocok-kocok dalam angkot. Tidak perlu ke tempat hangout ala diskotek dehhh mahal naik angkot saja musik sudah jedang jedung dan bisa ajeb ajeb gara gara saking ngebutnya. Semuanya lagu barat diputar via DVD di Surabaya belum pernah naik angkot ekslusif seperti ini. Saya tidak menghitung berapa lama perjalanan kami hingga sampai di Hotel, fyuhh perjalanan panjang kami hari ini berakhir dulu ya. Yahhhh ini Hotel kami di Kalabahi. Selamat beristirahat dan puasa kami terus berlanjut meskipun pusing akibat foker tidak kunjung hilang.
Sumber:
www.wikipedia.com
Buku Putih Sanitasi Kabupaten Alor





Pembangunan harus berwawasan kependudukan

Sumber:setetesinformasi.blogspot.com

Bogor (ANTARA News) - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Fasli Jalal menyatakan pembangunan di Tanah Air harus berwawasan kependudukan yang disesuaikan dengan dinamika yang ada di masing-masing daerah.
"Karena itu, kami membutuhkan indeks pembangunan kependudukan untuk menilai apakah proses pembangunan di suatu daerah kabupaten/kota telah memasukan kependudukan sebagai bagian penting pembangunan," kata Kepala BKKBN Fasli Jalal di Hotel Salak Bogor, Selasa.

Dia mengatakan hal tersebut dalam acara Workshop Pengembangan Forum Kerja sama dengan Pusat Studi Kependudukan UGM.
Dia menambahkan ada lima dimensi yang digunakan untuk menilai indeks pembangunan berwawasan kependudukan.

Pertama adalah tingkat partisipasi masyarakat, kedua adalah tingkat pembangunan yang berkelanjutan, ketiga pemihakan terhadap rakyat miskin. Keempat adalah kesetaraan gender, yang kelima adalah integrasi kependudukan dalam perencanaan pembangunan.

"BKKBN dengan Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan UGM tengah mengembangkan kerjasama untuk mengukur indeks pembangunan berwawasan kependudukan untuk seluruh kabupaten/kota," katanya.

Hasil kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu indikator penilaian proses pembangunan berwawasan kependudukan di daerah. Fasli menambahkan pusat studi kependudukan berperan penting dalam melakukan kajian atau analisis kependudukan, advokasi dan komunikasi informasi serta edukasi.
(W004/Z003)
Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © 2014

BKKBN ajak calon pengantin untuk utamakan kualitas anak


 

Jakarta (ANTARA News) - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Fasli Jalal, mengajak calon pengantin untuk lebih mengutamakan kualitas anak daripada jumlah atau kuantitas, karena anak merupakan calon penerus bangsa.

"Kita bersama-sama menyadarkan remaja dan calon pengantin, tidak ada gunanya mereka memiliki anak banyak tapi tidak berkualitas, tapi kalau berkualitas akan menjadi sumber daya bangsa" kata Fasli kepada karyawan Perum LKBN Antara, Jakarta, Selasa.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh BKKBN, ada sembilan juta remaja, enam juta mahasiswa dan 2,5 juta calon pengantin. Mereka ini akan menjadi calon orang tua yang nantinya diharapkan mampu mendidik anak-anaknya dan melahirkan penerus-penerus bangsa yang berkualitas.
Fasli mengakui bahwa dinamika kependudukan Indonesia memang mempunyai masalah yang cukup mendasar tapi dia optimis jika hal ini bisa teratasi melalui kampanye-kampanye yang dilakukan oleh BKKBN seperti program "dua anak cukup" atau melalui diskusi-diskusi dan penyebaran informasi melalui media.

Untuk mendukung program keluarga berancana, BKKBN akan melakukan pendampingan kepada calon pengantin tentang bagaimana pentingnya membangun sebuah keluarga. BKKBN juga terus meningkatkan pelayanan di setiap klinik klinik KB yang tersedia di seluruh Indonesia. Untuk saat ini ada 30ribu bidan, tujuh ribu dokter premier dan 250 dokter spesialis yang tersebar di seluruk klinik KB. Fasli meyakini bahwa angka ini akan terus bertambah karena BKKBN akan terus meningkatkan jumlah bidan, dokter premier, maupun dokter spesialis untuk menjangkau desa-desa, Puskesmas maupun Rumah sakit yang ada di seluruh Indonesia.

Diharapkan nantinya akan ada 20 ratus ribu bidan, 90 ribu dokter premier dan 4500 dokter spesialis yang siap dibantukan di seluruh daerah Indonesia.
"Dengan program Keluarga Berencana ini, BKKBN sekaligus mendukung tujuan millennium development goals, yaitu meningkatkan gizi baik, mengurangi potensi kemiskinan, menigkatkan pendidikan dan mengurangi jumlah kematian" tutup Fasli.

Sementara itu, Direktur Utama Perum LKBN, Saiful Hadi, menjelaskan LKBN Antara sebagai Kantor Berita Negara akan ikut membantu mensosialisasikan program Keluarga Berancana, karena Antara bekerja untuk negara dan juga Antara adalah satu-satunya Media di Indonesia yang beritanya menyebar keseluruh dunia.
"Antara bekerja untuk negara. oleh karena itu Antara akan membantu BKKBN untuk mensosialisasikan program keluarga berencana," ucap Saiful Hadi. (*)
Pewarta: Arnaz-Puteri
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2014

Minggu, 27 April 2014

Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia



Hasil proyeksi menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia selama dua puluh lima tahun mendatang terus meningkat yaitu dari 238,5 juta pada tahun 2010 menjadi 305,6 juta pada tahun 2035 (Tabel 3.1). Walaupun demikian, pertumbuhan rata-rata per tahun penduduk Indonesia selama periode 2010-2035 menunjukkan kecenderungan terus menurun. Dalam periode 2010-2015 dan 2030-2035 laju pertumbuhan penduduk turun dari 1,38 persen. menjadi 0,62 persen per tahun (Tabel 3.2). 

Sumber: http://demografi.bps.go.id/proyeksi/index.php/jumlah-dan-laju-pertumbuhan-penduduk
Sumber: http://demografi.bps.go.id/proyeksi/index.php/jumlah-dan-laju-pertumbuhan-penduduk

Turunnya laju pertumbuhan ini ditentukan oleh turunnya tingkat kelahiran dan kematian. Tingkat penurunan karena kelahiran lebih cepat daripada tingkat penurunan karena kematian. Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate/CBR) turun dari sekitar 21,0 per 1000 penduduk pada awal proyeksi menjadi 14,0 per 1000 penduduk pada akhir periode proyeksi, sedangkan Angka Kematian Kasar (Crude Dead Rate/CDR) naik dari 6,4 per 1000 penduduk menjadi 8,8 per 1000 penduduk dalam kurun waktu yang sama.

Salah satu ciri penduduk Indonesia adalah persebaran antar pulau dan provinsi yang tidak merata. Sejak tahun 1930, sebagian besar penduduk Indonesia tinggal di Pulau Jawa, padahal luas pulau itu kurang dari tujuh persen dari luas total wilayah daratan Indonesia. Namun, secara perlahan persentase penduduk Indonesia yang tinggal di Pulau Jawa terus menurun dari sekitar 57,4 persen pada tahun 2010 menjadi 54,7 persen pada tahun 2035. Sebaliknya persentase penduduk yang tinggal di pulau-pulau lain meningkat, seperti, Pulau Sumatera naik dari 21,3 persen menjadi 22,4 persen, Kalimantan naik dari 5,8 persen menjadi 6,6 persen pada periode yang sama. Selain pertumbuhan alami di pulau-pulau tersebut memang lebih tinggi dari pertumbuhan alami di Jawa, faktor arus perpindahan yang mulai menyebar ke pulau-pulau tersebut juga menentukan distribusi dan komposisi penduduk.

x

Apa kabar penduduk indonesia?

Sumber: www.acc.co.id



        Penduduk indonesia tercinta, sudah tahukah kalian berapa tetangga kita se-indonesia saat ini? seribu? dua ribu? seratus juta?? dari pada tebak-tebakan okeh mari kita lihat, aah kalo bisa say hello juga boleh sama para tetangga kita se-Indonesia ini.

Well,,kampung super besar kita yang biasanya disebut negara bernama Indonesia ini memiliki luas daratan 1.826.440 m2, luas lautan 93.000, sehingga luas total negara ini 1.919.440 m2. luas ini sebenarnya sangat kecil dibanding luas Negara Cina dan Amerika. Bahkan dengan Negara India, luas Indonesia masih lebih kecil. Tapi dengan luas negara seperti itu, Indonesia adalah negara dengan penduduk terbanyak ke-4 di dunia. oke mari kita lihat data penduduk terbesar di 5 negara (http://statistik.ptkpt.net, 2013)
1. Cina, jumlah penduduk 1.343.239.923 (tetap juara bertahan)
2. India jumlah penduduk 1.205.073.612
3. Amerika, jumlah penduduk 313.847.465
4. Indonesia, jumlah penduduk 237.641.326
5. Brasil, jumlah penduduk 205.716.890

         Guys,, mari kita lihat. Jumlah penduduk Indonesia bisa dibilang 200-an juta jiwa dan bayangkan bagaimana sesaknya Indonesia dengan luas daratan 1.826.440 m2 dihuni penduduk sebanyak itu, sedangkan Amerika dengan luas daratan 9.161.923 m2 cukup dihuni oleh sekitar 300 juta jiwa.
Sejatinya, memiliki penduduk yang banyak adalah suatu keuntungan bagi negara tersebut, dengan catatan dikelola dengan baik. Indonesia dengan segudang kekayaan dari Sabang sampai Merauke seharusnya dapat dikelola oleh tangan-tangan manusia Indonesia sendiri, bukan tangan negara tetangga. Ya inilah ironi berkepanjangan negara ini. penduduk yang melimpah ruah di tanah Indonesia ini seakan akan perlu dibasmi karena biang masalah, ya pengagguran, ya kemiskinan, ya kekurangan lahan tempat tinggal, ya perusak hutan. Oke, memperbaiki sesuatu jelas lebih baik jika dimulai dari dasar begitupula dengan memperbaiki manusia setelah itu baru naik ke pendidikan, sosial-ekonomi, dan kesehatan untuk kualitas yang lebih baik.